Penyebab Psikopat

Semua orang lahir dengan jiwa yang bersih. tidak ada seseorang yang lahir dengan membawa pedang ditanganya, atau tiba-tiba merangkat dari kamar persalinan dan mencoba membunuh sesama bayi di kamar lain. sungguh mengerikan bukan? dan untungnya hal itu tidak mungkin pernah terjadi.

Seseorang dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya dan tidak tau apa-apa. Orang tuanya lah yang menentukan anak ini akan memiliki sifat dan prilaku seperti apa kenak. Seorang anak yang baru lahir banyak diibaratkan bagaikan selembar kertas putih, dan orang tua diibaratkan sebagai kuas yang mampu menggambar apa isi kertas putih tersebut.

Sebagai seorang tua tentunya tidak ingin si anak menjadi seseorang yang bermasalah di masa depan atau si pembuat onar. karena itulah semua orang tua pasti ingin anaknya mendaptkan pendidikan terbaik sejak kecil sampai mereka merasa anaknya sudah cukup dewasa untuk berfikir sendiri. Tapi taukah anda bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang didapatkan si anak saat dia berada dirumah??

Diluar dari pada itu, ada suatu prilaku atau boleh dibilang suatu penyakit kejiwaan yang dinamakan "Psikopat". Psikopat adalah gejala dimana seseorang yang bila terindikasi kelainan tersebut, maka dia tidak akan memiliki rasa bersalah ketika menyakiti orang lain, bahkan berkumungkinan merasa senang dan puas ketika bisa menyakiti orang lain tersebut.


penyebab psikopat


Seorang dokter psikologi yang sudah banyak memiliki client penyakit Psikopat memaparkan beberapa faktor penyebab kelainan prilaku tersebut yang didapatkannya dari cliennya, antara lain :

Baca juga Ciri-ciri Penjilat

1. Saat Balita Anak Sering Dibentak

Membentak seorang saat dia masih kecil atau saat dia masih balita  dapat memberikan  keterbelakangan psikis anak. Anak akan memiliki mental yang berbeda daripada anak yang lain. kekerasan yang sudah diterimanya sejak dia kecil akan terbawa dihidupnya sepanjang waktu. Posisikan saja diri anda sebagai seorang pekerja yang membuat kesalahan dan dimarahi habis-habisan oleh atasan anda, apa yang anda rasakan?? mungkin sebagian orang ada yang menangis, atau bahkan ingin keluar dari pekerjaan tersebut secepat mungkin.
Kita tidak akan bisa memposisikan diri kita sebagai seorang anak kecil yang harusnya disayangi, diajak bicara dengan ramah, tapi malah dibentak-bentak bahkan bukan karena kesalahn si anak tersebut. bayangkan berapa banyak mental yang hancur karena prilaku tersebut. Wajar saja si anak akan membawa prilaku kekerasan sampai dewasa.

catatan : pernahkah anda bertemu dengan seorang pembully saat anda bersekolah dulu?? seorang pembully hadir atas dasar relevansi kejadian dimasa lampaunya. mereka hadir karena mereka juga pernah di bully dulunya dan tidak mengikhlaskan kejadian tersebut.

2. Saat Balita Anak Sering Melihat Ibunya Dipukul dan Dibentak Laki-laki Lain

Masih dalam kurun waktu balita, seorang balita adalah seseorang yang sedang tumbuh dengan cepat. Kali ini kejadiannya adalah balita yang melihat si ibu disakiti baik itu di pukul, di ejek, di caci maki, di marahi oleh laki-laki lain. Bisa ayahnya sendiri, ayah tirinya atau orang lain. Hal ini akan belanjut, si balita akan tumbuh dewasa, ketika dia mulai berinteraksi dengan orang lain, dia akan cepat marah, akan mudah membentak, atau jika memiliki pasangan baik itu pacar, atau teman hidup, dia akan menyakiti si pacar, atau pasangan hidup tersebut. Jika anda memiliki pasangan seperti ini, maka anda harus waspada, karena pasangan anda sudah meiliki indikasi kelainan prilaku PSIKOPAT. Saran saya bawalah pasangan anda berobat sebelum jadi pendamping hidup anda sampai benar-benar sembuh. lalu menikahlah.

catatan : Mudah marah dan sering memaki-maki orang merupakan indikator seseorang miliki kelainan psikopat.

3. Luka Batin Masa Lampau (Janin)


Pernah kah anda mendengar kata-kata ini dari teman anda? "kamu kok sifatnya kaya gini? mama mu ngidam apa?". Ya.. Ada hubungan kuat antara ibu dan si janin. Janin akan merasakan apa yang ibu rasakan.

Dalam sebuah kegiatan yang diadakan oleh beberapa psikolog untuk mengetahui luka lama yang berbekas, banyak diantara para client yang merasakan ketitidak tenangan tapi tidak memiliki bayangan kekerasan dimasa lampau. Setelah dilakukan penelitian, dan wawancara terhadap keluarga, ternyata waktu ibunya mengandung, ibunya sering mendatkan kejadian tidak menyenangkan, seperti caci maki, pertengkaran, kesedihan, bahkan pemukulan yang berdampak pada psikis si ibu yang hamil tersebut. Psikis ibu yang hamil tersebut kemudian diserap anak saat masih dalam kandungan dan berakhir menjadi luka lama sampai dewasa.

Contoh kasus lain adalah seseorang yang tidak diinginkan kehadirannya saat masih janin akan lebih condong untuk melawan orang tua. Atau orang tua yang mengininkan janinya laki-laki padahal sebenanrnya adalah perempuan, maka akan cenderung memiliki sipat Tomboy.

catatan : Hapuslah kata-kata "Waktu dapat menyembuhkan" dalam pikiran anda. Datanglah ke panti jompo dan tanyakan pada mereka apa saja luka batin yang mereka ingat sampai sekarang. mungkin anda akan terkejut ketika mereka bisa menjelaskan luka batin mereka sejak kecil sampai dewasa bahkan dengan linangan air mata. Waktu tidak akan bisa menyembuhkan tapi tindakanlah yang bisa menyembuhkannya.

Posting Komentar

0 Komentar